tips lowongan kerja

tips lowongan kerja

beranda > tips lowongan kerja > tips wawancara

Wawancara dan Tes Psikologi (Psikotes)

Sumber: GloriaNet

1 2 3 | Selanjutnya >

Berbohong saat tes wawancara bukan hanya tak berguna, tapi juga bisa membuat Anda tidak diterima. Lebih bijaksana bila pertanyaan dijawab apa adanya, spontan, langsung ke pokok persoalan, tidak mengada-ada, tidak menggurui, dan sopan.

"Padahal tinggal wawancara lo, kok gagal. Dulu juga begitu, selalu kandas di tahap ini". Keluhan macam itu banyak kita dengar dari mereka yang tak lolos dalam wawancara psikologi untuk melamar kerja. Sebuah kenyataan yang menyesakkan, apalagi kebanyakan tahapan wawancara berada diakhir proses seleksi. Lolos di sini berarti si calon diterima di tempat kerja yang baru.

Wawancara psikologi punya banyak makna. Ada beberapa versi, salah satunya, menurut Bingham dan Moore, wawancara adalah "... conversation directed to define purpose other than satisfaction in the conversation itself". Sedangkan menurut Weiner, "The term interview has a history of usage going back for centuries. It was used normally to designate a face to face meeting of individual for a formal conference on some point."

Dari kedua definisi itu didapatkan kondisi bahwa wawancara adalah pertemuan tatap muka, dengan menggunakan cara lisan, dan mempunyai tujuan tertentu.

Jangan dibayangkan wawancara itu sama dengan interogasi karena tujuan utamanya memang "berbeda", meskipun sedikit serupa dalam hal menggali dan mencocokkan data. Yang pasti, cara yang dipergunakan dalam kedua hal itu berlainan.

Interogasi lebih menekankan pada tercapainya tujuan, dengan berbagai cara dan akibat, baik secara halus maupun kasar. Posisi interogator lebih tinggi dan bebas daripada yang diinterogasi, serta lebih langsung.

Bandingkan dengan wawancara psikologi, di mana kedudukan antara pewawancara dan yang diwawancarai relatif setara. Kondisinya pun berbeda, karena tidak ada penekanan serta tidak menggunakan kekuasaan. Bahkan dalam kondisi ekstrem, seorang calon karyawan yang diwawancarai bisa saja tidak menjawab, pewawancara pun tidak akan memaksa. Namun, hal itu tentu akan sangat mempengaruhi penilaian dalam pengambilan keputusan seorang psikolog.

Cocok berbobot

Wawancara dalam tes psikologi (psikotes) sebenarnya satu paket dengan tes tertulisnya. Tes ini bertujuan mencari orang yang cocok dan pas, baik dari tingkat kecerdasan, serta sifat dan kepribadian. Istilah kerennya mendapatkan "the right man in the right place".

1 2 3 | Selanjutnya >

Kembali ke atas


TIPS LOWONGAN KERJA

Menulis Surat Lamaran

Membuat Resume

Wawancara dan Tes Psikologi (Psikotes)


lowongan kerja terbaru

Kami akan meng-update informasi di situs ini dengan informasi lowongan kerja terbaru. Informasi ini dikumpulkan dari berbagai milis dan surat kabar di Indonesia.

Klik di sini untuk membaca daftar lowongan kerja.


partner kami

Dengan menjadi partner kami, kami akan memasang informasi tentang situs Anda di situs ini.

Hubungi kami menggunakan form ini.




partner kami

Ingin menjadi partner kami? Hubungi kami menggunakan form ini.



info lowongan kerja | tips lowongan kerja | tentang situs lowongan kerja
lowongan kerja - sitemap | hubungi kami

©all rights reserved, lowongan-kerja.info